Cara Mudah Membuat Warna yang Hormoni dengan Konsep Warna

Cara Mudah Membuat Warna yang Hormoni dengan Konsep Warna Rumah

Memilih perpaduan yang tepat untuk warna memang bukanlah yang mudah. Apalagi jika akan digunakan untuk warna rumah Anda.Terkadang beberapa buah warna yang dipadukan tampak tidak proporsinal. Apakah Anda tau kenapa bisa begitu? Kurang lebih hal tersbut diakibatkan kesalahan dalam memilih konsep warna. Lebih lengkap lagi mengenai konsep warna, Anda bisa melihat pada pembahasan di bawah ini.

Mengenal Konsep Warna

Ketika cahaya memantulkan sebuah objek, objek tersebut akan memancarkan spektrum gelombang yang berbeda-beda. Otak kemudian menterjemahkan sepektruk gelombang tersebut menjadi warna yang bisa kita lihat. Singkatnya, warna merupakan persepsi kita terhadap suatu benda. Saat kita melihat warna perpohonan misalnya, cahaya yang dipantulkan oleh perpohonan memiliki spektrum gelombang tertentu yang ketika diterjemahkan oleh otak kita, menjadi warna hijau.

Anda mungkin pernah mendapatkan pelajaran mengenai kelompok warna saat masih di sekolah. Ternyata, hal teesebut bukan lah teori yang tidak berdasar. Teori mengenai warna pertama kali dikemukakan pada tahun 1831 yang dikenal juga sebagai Teori Brewster. Dalam teori warna, warna dikelompokan menjadi 4 bagian, yaitu warna primier, sekunder, tersier, dan netral.

  1. Warna Primer

Warna primer adalah warna yang yang bukan merupakan campuran dari warna lain. Sebaliknya, warna-warna primer lah yang menciptakan warna-warna lain. Warna-Warna yang termasuk ke dalan warna sekunder antara lain adalah warna merah, kuning, dan biru.

  1. Warna Sekunder

Warna sekunder adalah warna yang dihasilkan oleh campuran dari warna-warna premier dengan rasio 1 : 1 atau dua warna premier. Contoh dari warna sekunder adalah hijau (campuran kuning dan biru), Ungu (campuran biru dan merah), dan jingga (campuran merah dan kuning).

  1. Warna Tersier

Warna tersier adalah campuran dari warna premier dan sekunder dalam rasio 1 : 1 yang berarti satu warna premier dan satu warna sekunder. Misalkan ada warna coklat yang merupakan campuran dari ketiga warna premier (merah, kuning, biru, atau jingga dan biru), ada warna lime yang meNetraln campuran dari warna kuning dan hijah, dan masih banyak campuram warna lainya lagi.

  1. Warna Netral

Warna netral adalah campuran dari ketiga warna dasar premier, sekunder, dan tersier dengan rasio 1 : 1 : 1. Ketika ketiga warna tersebut dicampurka, akabn menghasilkan warna yang lebih gelap atau cenderung hitam. Warna netral berfungsi untuk menciptakan keselarasan.

Harmoni Warna Pada Teori Warna

Warna dapat dibedakan menjadi warna panas dan warna dingin. Warna hangat adalah warna yang berada dari warna kuning kehijauan sampai warna merah. Sedangkan warna dingin adalah warna yang berada pada rentang warna merah sampai hijau. Warna bisa dikatakan harmoni jika memiliki suhu warna yang hangat sampai sedang.

Jika Anda bingun bagaimana menciptakan harmoni warna, Anda bisa menyimak bagaimana menciptakan harmoni warna pada pembahasan di bawah ini.

  1. Harmoni Warna Sejalan

Harmoni warna sejalan adalah perpaduan anatara warna yang saling bersebelahan pada lingkaran warna. Misalkan warna kuning yang bersebelahan dengan warna hijau kekuningan dan warna junga.

  1. Harmoni Warna Komplementer

Harmoni warna komplementer adalah perpaduan antara warna-warna yang saling bersebrangan atau bersimpangan pada lingkaran warna. Warna komplementer akan menghasilkan suhu warna yang cenderung sedang.

Memadukan warna memang tidak terlalu sulit tetapi juga tidak mudah. Perpaduan warna yang tepat akan menciptakan harmoni warna yang indah. Jika bingung membuat rumah dengan warna yang bagus maka bisa gunakan jasa bangun rumah Jogja. Semoga artikel ini bermanfaaf untuk Anda, selamat bereksperiment dengan warna!